Antara keluarga dan keluarga

Table of Contents
Tema: Bersekutu dalam keluarga dan “keluarga”

Tujuan: Remaja menyadari esensi atau nilai dari sebuah persekutuan dan kebersamaan dan dapat menggunakan sarana komunikasi dengan bijak.

Ayat: Kisah 2:41-46

Pendahuluan :

Pada jaman sekarang ini begitu banyak alat komunikasi yang menawarkan berbagai macam kecanggihan dan kemudahan. Media komunikasi ini di antaranya surel (surat elektronik), jejaring sosial internet(blog/friendster), telepon gengam dll. Alat dan media komunikasi ini dibuat dengan tujuan agar penggunanya dapat melakukan hubungan dengan orang lain tanpa dibatasi tempat dan waktu. Teknologi komunikasi telah menjembatani lokasi yang jauh dan memperpendek waktu. Namun ada asapek yang luput dalam alat dan teknologi komunikasi yaitu “kehadiran dan kebersamaan”. Semua yang terjadi di dalam media komunikasi elektronik seringkali merupakan komunikasi semu di dalam dunia semu (maya). Nilai-nilai kebersamaan sudah semakin renggang dan mungkin hanya sedikit kita jumpai. Jika kita melihat kehidupan di sekitar kita, kita akan melihat orang lebih asyik berkomunikasi dengan orang yang “nun jauh di sana”. Orang lebih suka ber “hp dan sms” tanpa menyadari dan memperhatikan kehadiran orang-orang di sekitarnya.

Manusia adalah mahkluk sosial, ia memerlukan kehadiran dan kebersamaan dengan orang lain. Melalui bahan ini, remaja diajak untuk kembali menyadari pentingnya “kehadiran dan kebersamaan” di dalam keluarga dan persekutuan. Remaja juga diajak untuk dapat menggunakan alat komunikasi untuk mempererat kebersamaan bukan untuk melupakan kehadiran orang-orang di sekitarnya.

Penjelasan Teks

Bahan Alkitab: Kisah Para Rasul 2:41-46

Penulis KitabKisah Para Rasul sama dengan penulis Injil Lukas, hal ini bisa kita lihat dari jalinan kisahnya yang saling terkait antara Lukas dengan Kisah Para Rasul. Selain itu jika kita melihat prakata Kisah Para Rasul (1:1), kita akan teringat akan prakata Injil Lukas(1:1-4).

Kisah Para Rasul ditulis untuk mendukung dan membina iman kepercayaan orang-orang Kristen. Kitab ini bercerita tentang lahirnya persekutuan orang-orang percaya yang kemudian disebut Kristen dan perkembangannya lebih lanjut. Persekutuan orang mendapatkan tempat yang khusus dalam kitab ini. Cara hidup jemaat yang diceritakan pada pasal 2:41-46, diulang kembali dengan cara yang sama pada pasal 4:32-36. Dengan melihat pengulangan ini, kita dapat mengambil sebuah kesimpulan bahwa gambaran kehidupan jemaat pertama mendapatkan perhatian istimewa dari Penulis Kisah Para Rasul. Persekutuan (komunitas) orang percaya menurut pandangan Lukas adalah pihak yang meneruskan misi Kristus di dalam dunia ini. Oleh sebab itu penggambarankeadaan jemaat mula-mula ditonjolkan sedemikian rupa agar dapat menjadi saksi-saksi misi Kristus bagi dunia.

Di dalam pasal 2:41-46, penulis secara khusus menggambarkan kehidupan jemaat mula-mula. Kita akan melihat secara khusus ayat 46 menurut terjemahan NIV dan BIS

NIV

BIS

Every day they continued to meet together in the temple courts. They broke bread in their homes and ate together with glad and sincere hearts,

Setiap hari mereka terus berkumpul di Rumah Tuhan; serta makan bersama-sama, dengan gembira dan rendah hati di rumah-rumah mereka.

Kata berkumpul merupakan terjemahan dari kata Yunani (proskarterountes) yang sebenarnyamengandung arti selalu bersama di dalam dan dengan. Dalam kata proskarterountes ini juga mengandung nilai-nilai saling mendoakan satu dengan yang lain. Sedangkan broke bread ( makan bersama-sama) berasal dari terjemahan kata ( metelambanon) yang mengandung arti yang lebih luas yaitu sebagai milik bersama, saling berbagi, saling memberi, saling menerima di dalam sebuah komunitas. Apa yang dibagikan di dalam jemaat pertama bukan hanya makanan (roti) saja, tetapi juga harta mereka ( Kis 2:45). Memang kesan yang dibaca adalah saling berbagi untukmakan bersama. Adat Yahudi memang memiliki tradisi untuk berkumpul dan memecah-mecah roti dan dimakan bersama. Namun jika perikop ini dibandingkan dengan pasal 4:32-36, tujuan bersekutu dan dan saling membagi ini adalah untuk memenuhi kebutuhan bersama terutama bagi orang-orang yang kekurangan.

Penekanan bacaan adalah aspek persekutuan dan kehadiranyang menimbulkan rasa saling mengerti dan memahami kebutuhan satudengan yang lain. Persekutuan baik di dalam keluarga dan “keluarga” ( gereja) bertujuan agar setiap anggotanya dapat saling merasakan kehadiran dan saling mengungkapkan dan memenuhi kebutuhan satu sama lain.

Bahan - bahan

1. Kertas dan alat tulis

Langkah-langkah Penyampaian

1.Bagi remaja dalam beberapa kelompok dengan anggota masing-masing 3-4 orang dan beri mereka selembar kertas dan alat tulis.

2.Tanyakan pada mereka apa mereka lebih sering berkomunikasi dengan alat komunikasi (hp/internet). Tanyakan juga dampak positif dari penggunaan teknologi itu. Beri mereka waktu 5 menit untuk diskusi

3.Mintalah pada mereka untuk membuat pesan dengan bahasa “sms” kepada kelompok lain.

4.Mintalah pada mereka untuk mengemukakan apa dampak buruk berkomunikasi dengan menggunakan alat komunikasi (hp/internet). Dalam brain storming ini tekankanbahwa “ kehadirandan kebersamaan” adalah aspek yang sangat penting dalam membangun keharmonisan dalam keluarga dan”keluarga” ( pesersekutuan ).

5.Jelaskan bagaimana jemaat mula-mula membangun persekutuan mereka ( lihat Penjelasan Teks ).

6.Tanyakan pada remaja bagaimana membangun sebuah hubungan tanpa tergantung dengan kecanggihan teknologi. Tanyakan juga pada mereka jika tidak tersedia teknologi komunikasi ( di daerah terpencil/ listrik mati), apa yang bisa mennggantikan alat komunikasi ?

7.Akhiri dengansaling mendoakan dalam satu kelompok supaya anggota peduli dengan pergumulan dan kebutuhan an

1 comment

Comment Author Avatar
December 19, 2008 at 6:34 PM Delete
Joe, thx ya dah kukunjungi blogmu. Meski belum ada pic nya ya. Oke deh lain kesempatan pasti bisa dikembagkan.

tabik,
esl